Thursday, February 4, 2016

KONSEP DASAR HUMAS DAN MENEJEMEN HUMAS



KONSEP DASAR HUMAS DAN MENEJEMEN HUMAS
Pengantar
Memahami public relasions melalui satu atau dua definisi tidaklah mudah, karena sebuah definisi yang da mungkin tidak mampu menggambarkan substansi kegiatan humas sesungguhnya. Persoalannya, definisi yang mana yang akan dipilih, mengingat begitu banyak definisi humas yang telah ditemukan oleh beberapa kalangan; praktisi, para penulis buku teks maupun sejumlah organisasi prsktisi humas di berbagai belahan dunia. Namun demikian, jika ditelusuri lebih jauh sejumlah definisi mempunyai banyak persamaan satu sam lainnya, cara mengungkapkannya saja yang berberda. Walaupun begitu, sejumlah definisi humas memberikan penekanan yang berbeda-beda, terutama dalam hal tujuan kegiatan humas.

A.    Masalah Pendefinisian Humas

Kalau ditekusuri perdefinisi, pengertian humas atau peublic relasions sengat beraneka ragam. Hampir setiap buku tentang public relasions mengajukan definisi humas. Cutlip, Cebter dan Broom (1985, 1994:6) mendefinisikan sebagai “the management function that establishes and mauntains mutually beneficial relationship between an organization and the publics in whom its success or failure depend.” Meraka melihat humas sebagani fungsi menejemen untuk membangun dan menjaga hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan berbagai public yang menentukan cara membangun hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dan berbagai publiknya. Teks lain mendefinisikan humas dengan gambaran yang lebih detail ( Baskin, Aronoff & latiimore, 1997:5) sebagai berikut:
Public relasions is a management function that helps achievi organizational objectives, define philosophy, and facilitate organizational change. Public relasions practitoners commubicate with all relevant internal and externak publics to develop positive relasionship and create consinstency between organizational. Publics relasions practitioners develop, execute, and eavaluate organizational programs that promote the exchage of influence and understanding among on organization’s contituent pars and publics.
Definisi tersebut menekankan banyak hal yang harus dilakukan oleh praktisi humas, namun demikian ada beberapa unsur yang sama dengan definisi sebelumnya. Pada dasarnya public relasions, seperti namannya mengimplikasikan adalah usaha untuk membagun hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik-publiknya (relasions with publics).
Gruning & White (1992) menyatakan bahwa worldview yang di miliki manusia berpengaruh terhadap definisi tentang humas yang dikemukakan. Meraka antara lain mengumukkan enam pemandangan yang mendasari konsepsi tantang peranan sosial public relations. Keenam pandangan itu adalah pandangan pragmantis, pandangan konservatif, pandangan radikal, pandangan netral, pandangan kritis dan pandangan idealistik dalam melihat peranan sosial public relations.
Wilcox, Ault & Agee (1995) menyamarkan, dari berbagai definisi public relations, sejumlah kata dapat digunakan sebagai kata kunci pengingat definisi yag ada. Kata kunci tersebut antara lain :
Deliberate. Kegiatan humas pada dasarnya adalah kegiatan yang disengaja, atau international.
Planned. Kegiatan humas adalah kegiatan yang terorganisir rapi atau terencana.
Performance. Humas yang efektif haus didasarkan pada kebijakan dan penampilan yang sesungguhnya.
Public Interest. Alasan mendasar dari suatu kegiatan humas adalah untu memenuhi kepentingan publik, tidak semata-mata untuk membantu organisasi meningkatkan keuntungansebesar-besarnya.
Two Way Communication. Dalam banyak definisi, humas hannya diartikan sebagai kegiatan komunikasi dalam bentuk penyebaran informasi.
Management Function. Public relation peling efektif jika ia menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam sebuah menejemen organisasi.
B.     Evaluasi Konsep Public Relations
Menurut Cuplip, Center dan Broom (1994), organisasi bisnis mempraktekkan public relation pada awal abad ini (1900) di Amerika Serikat dalam uaha meraka untuk mempertahankan kepentingan mereka baik dari seragan kaum muckrakers (muckraking jurnalism) maupun intervasi pemerintah melalui regulasi yang dikeluarkannya. Sehingga praktrk public relations pada saat itu memberi penekanan utamannya pada ‘how to tell story’, bagaimana berbicara tentang organisasi kepada publik. Jadi public relations pada awalnya lebih terfokus pada penggunaan symbolic power untuk melakukan seranga balik terhadapserangan kaum ‘muckraker’, yaitu wartawan yang mengungkapkan kebobrokan terhadap berbagai institusi sosial(nlihat misalnya, Altschull, 1984). Public relasions bertujuan untuk mempengaruhi pendapat umum serta untuk mencegah perubahan dalam kebijakan public yang menuntut regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan.
Dengan demikian, pada awal dipraktekkannya; public relasions (terutama oleh organisasi bisbnis Amerika Serikat) didominasi oleh konsep one-way persuasive communication (komunikasi persuasive satu arah).
Pada dasarnya, konsep public relasion yang berkembang kini adalah konsep yang menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Mengutip kata-kata Howard Clids, fungsi dasar public relasions bukan untuk menampilkan pandangan organisasi atau seni untuk sikap public, tetapi untuk melakukan rekonsiliasi atau penyesuaian terhadap kepantingan public setiap aspek pribadi organisasi maupun perilaku perusahaan yang punya signifikasi social (dalah Cutlip dkk., 1994;3). Jadi di sini public relasions berfungsi membantu organisasi melakukan penyesuaian terhadap lingkungan organisasi tersebut beroprasi.
Dengan cara yang berbeda, Gruing dan Hunt (1984) melihat oerkembangan praktek public relasions melalui empat model yang mereka kemukakan. Keempat model humas tersebut adalah (1) model press agentry (keagenan press) atau model progpaganda; (2) model informasi public (public information ,odel); (3) model asimetris dua arah (two-way symmetrical model); dan (4) model asimetris dua arah (two-way asymmetrical model).
Manipulasi. Public relasion diposisikan untuk menggunakan segala yang mungkin yang tersedia untuk membangun pendapat umum dan tindakan yang diharapkan organisasi.
Informasi. Humas dipahami sebagai saluran informasi dari organisasi kepada public sehingga public akan memahami, simpati dan melindungi organisasi.
C.    Membedakan Fungsi Menejemen dan Fungsi Komunikasi
Fungsi-fungsi Humas
Programming. Fungsi ini antara lain mencakup analisis masalah dan peluang, menentukan goals dan public (kelompok orang yang ddukungan dan pemahamannya diperlukan organisasi) serta merekomendasi dan merencanakan kegiatan yang terakhir termasuk kedalamnya.
Relatonnship. Seorang praktisi public relasions yang berhasil harus membanggakan keterampilan dalam mengumpulkan informasi dari menejemen, sejawat dalam organisasi dan dari sumber-sumber di luar organisasi.
Speaking. Keterampilan penting yang harus dimikili oleh seseorang praktisi public relasions adalah keterampulan berbicara baik untuk tatap muka individual maupun untuk tatap muka kelompok. Menulis pidato adalah bagai dari tugas humas.


D.    Konsep Dasar Menejemen
Fungsi-fingsi dasar dalam menejemen
Secara umum fungdi-fungsi dasar dalam menejemen meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Akan tetapi dalam jumlah ini sangat mungkin bertambah, namun tidak mengubah substansi fungsi dasar menejemen. Menurut Dessler (1996), fungsi dasar menejemen meliputi pernencanaa, pengorganisasian, staffing, leading dan controlling.
E.     Pengertian Menejemen Humas
Menejemen humas bisa mencakup (1) menejemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang dilakukan oleh organisasi; (2) menejemen terhadap kegiatan-kegiatan kehumasan yang lebih spesifik atau yang berupa satuan-satuan kegiatan kehumasan misalnya, pengelolaan peristiwa khusu (spresial events), penerbitan internal, kunjungan perusahaan oleh para wartawan, konferensi press dll.
Evenst adalah kegiatan kehumasan yang terjadi dalam kerangka waktu terbatas dan jelas kapan di mulai dan berakhir. Evenst ditunjukan untuk atau beberapa public terpilih dalam satu tujuan misalnya, sebuah acara open house yang diadakan diperusahaan.
Peran menejer dan peran teknis
Kedua peran tersebut adalah peran menejer dan peran teknis. Peran pada dasarnya, peran-peran tersebut harus saling melengkapi, sehingga program kehumasan sebuah perusahaan berjalan dengan baik, terarah dan tepat.
Hal sangat mendasar yang membedakan kedua peranan ini adalah pada keterlibatan praktisi public/relations dalam proses pengambilan keputusan ditingkat korporat. Praktisi yang nertindak dan menjalankan peranan menejer terlibat dalam proses organisasi dalam keseluruhan, tidak sekedar di bagian public relasions.
Praktisi mempunyai dua hal penting yang menjadi cirinya. Pertama, meraka merupak bagian dari koalisi dominan dalm organisasi dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang memutuskan perencanaan setrategis. Kedua, meraka mengelola bagian public relasions tanpa campur tangan bagian lainnya dan bertangguang jawab atas seluruh programnya.

F.     Factor-faktor yang Mempengaruhi Praktek Public Relations
Pada mulannya, sejumlah riset memperkirakan lingkungan organisasi mempengaruhi praktek public relations dalam sebuah organisasi. Sedangkan keputusan para pemegang kekuasaan dalam organisasi, yang juga menentukan praktek public relations dalam organisasi lebih lanjut mungkin mempengaruhi oleh antara lain budaya perusahaan, potensi yang dimiliki oleh bagian public relations dan pemahaman pemegang kekuasaan. Keputusan untuk program humas di ambil oleh bagian lain untuk itu, seorang praktisi memperoleh jabatan menejer perlu melakukan pengembangan karir baik dari bagian lembaga pendidikan atau pengetahuan tentang bisnis utam perusahaan tempat merak bekerja.
G.    Model Menejemen Humas
Kegiatan komunikasi yang di adakan oleh organisasi memegang seharusnya dikelola dengan baik. Dalm praktek keorganisasian, sangat sering terjadi kegiatan kehumasan yang dilakukan tidak terkelola dengan baik. Kegiatan dilakukan tanpa perencanaan, tanpa evaluasi, walaupun ada pelaksanaan kegiatan. Lebih lanjut tentang menejemen humas menggambarkan proses perencanaak setrategi kegiatan kehumasan.

No comments:

Post a Comment