Saturday, July 4, 2015

MAKALAH BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH

BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH


Pendahuluan

Bahasa Indonesia (BI) digunakan oleh penutur dari wilayah, lapisan masyarakat dan usia, dengan tujuan dan konteks yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai penutur dengan berbagai tujuan; berbagai konteks itu melahirkan corak atau ragam bahasa Indonesia yang berbeda-beda. Pemakaian itu hanyalah perbedaan yang  kurang signifikan, misalnya mengenai ucapan dan intonasinya (dalam pemakaian secara lisan), sebagian kecil kosakata, dan susunan kalimat. Namun bahasanya tetap bahasa Indonesia.
Berdasarkan situasi pemakaiannya dibedakan bahasa Indonesia  baku dan nonbaku. Bahasa Indonesia baku digunakan dalam situasi resmi, misalnya dalam pidato,  perdebatan, tulisan ilmiah. Bahasa Indonesia nonbaku digunakan dalam situasi yang tidak resmi, misalnya dalam percakapan akrab antar- teman, bersendau-gurau, percakapan di pasar. Dalam bahasa Indonesia nonbaku kaidah bahasa kurang ditaati, kata dan pembentukan kata sedikit menyimpang dari kaidah baku, di sana-sini terjadi pemenggalan.

Pengertian dan Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah
Pengertian Ragam Ilmiah
Ilmiah itu merupakan kualitas dari tulisan yang membahas persoalan-persoalan dalam bahasa Indonesia bidang ilmu tertentu. Kualitas keilmuan itu didukung juga oleh pemakaian bahasa dalam ragam ilmiah. Jadi, ragam bahasa ilmiah itu mempunyai sumbangan yang tidak kecil terhadap kualitas tulisan ilmiah. Ragam ilmiah merupakan pemakaian bahasa yang mewadahi dan mencerminkan sifat keilmuan dari karya ilmiah. Sebagai wadah, ragam ilmiah harus menjadi ungkapan yang tepat bagi kerumitan (sofistifikasi) pemikiran dalam karya ilmiah. Dari pemakaian ragam itu juga bukan saja tercermin sikap ilmiah, melainkan juga kehati-hatian, kecendekiaan, kecermatan,  ke   bijaksanaan (wisdom), dan kecerdasan  dari penulisnya.

Karakteristik Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Karakteristik ragam bahasa ilmiah ialah:
(1) mencerminkan sikap ilmiah
(2) transparan
(3) lugas
(4) menggunakan paparan (eksposisi) sebagai bentuk karangan yang utama
(5) membatasi pemakaian majas (figures of speech)
(6) penulis menyebut diri sendiri sebagai orang ketiga (penulis, peneliti)
(7) sering menggunakan definisi, klasifikasi, dan analisis
(8) bahasanya ringkas tetapi padat
(9) menggunakan tata cara penulisan, dan format karya ilmiah secara konsisten (misalnya dalam merujuk sumber dan menyusun daftar pustaka)
(10) dan menggunakan bahasa Indonesia baku.
 
Ragam ilmiah  bersifat transparan dalam arti kata-kata itu membawa pembaca langsung ke maknanya; kata-kata yang digunakan hendaknya tidak bermakna ganda (ambigu). Kata-kata yang dipilih hendaknya kata-kata yang denotatif bukan konotatif.
Bahasa ragam ilmiah bersifat lugas, dalam arti menggambarkan keadaan atau fakta sebagaimana  adanya. Ragam ilmiah tidak berbunga-bunga penuh ornamen seperti ragam bahasa sastra. Ragam ilmiah tidak berputar-putar dalam menuju ke satu tujuan, bahasa ragam ilmiah langsung menuju ke sasaran, langsung ke pokok masalah.
Dalam ragam ilmiah, penyebutan penulis bukan aku atau saya melainkan penulis atau dalam hal laporan hasil penelitian, peneliti, atau kalimat-kalimatnya menggunakan bentuk pasif, sehingga penyebutan penulis dapat dilesapkan.
Ragam bahasa ilmiah bersifat ringkas berpusat pada pokok permasalahan. Kalimat-kalimatnya harus hemat, tidak terdapat kata-kata yang mubazir. Namun kalimat-kalimatnya  harus lengkap, bukan penggalan kalimat.

Bahan Pustaka dan Sistem Rujukan

Ilmu itu berkembang secara akumulatif dari satu generasi ke generasi berikutnya. Apa yang sudah dicapai oleh suatu generasi, dipelajari oleh generasi berikutnya kemudian dikembangkan. Jadi suatu generasi di samping mempelajari juga menambahkan penemuan-penemuan yang baru pada perbendaharaan ilmu yang diwarisi dari generasi sebelumnya. Sebenarnya juga bukan sekedar penambahan, melainkan juga pembaharuan atau koreksi terhadap ilmu yang telah dikembangkan dan diwariskan oleh generasi sebelumnya. Dengan demikian, ilmu itu senantiasa berkembang dari zaman ke zaman, bahkan dari tahun ke tahun.
 

No comments:

Post a Comment