Monday, July 6, 2015

CONTOH MAKALAH SURAT REFERENSI DAN REKOMENDASI

by @agus wahyu priutomo
SURAT REFERENSI DAN REKOMENDASI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Dalam dunia bisnis, seorang pengusaha sering diminta untuk memberikan referensi mengenai keadaan suatu pengusaha atau perusahaan. Pada umumnya orang lebih mempercayai referensi yang dibuat oleh pihak bank dibanding dengan referensi dari pengusaha atau perorangan. Hal ini dikarenakan hanya pihak bank yang mempunyai hubungan lebih luas dan intens dengan perusahaan serta pihak bank lah yang lebih mengetahui keadaan dan kredibilitas perusahaan yang menjadi nasabahnya.
Disamping surat referensi, dikenal pula surat rekomendasi. Perbedaan antara keduannya terletak pada aspek kerahasiannya. Surat referensi bersifat rahasia, berisi keterangan baik dan tidak baik. Sedangkan, surat rekomendasi tidak bersifat rahasia dan lebih menonjolkan pujian dan kebaikan seseorang. Selain itu, surat referensi dibuat atas permintaan pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai orang yang disebutkan dalam surat referensi, sebaliknya surat rekomendasi dibuat atas permintaan orang atau pihak yang diterangkan dalam surat tersebut, dan dapat dibaca dan dimiliki oleh orang yang diterangkan dalam surat rekomendasi tersebut.
Kenyataannya di masyararakat, sebagian orang merasa kesulitan ketika mendapatkan perintah untuk membuat referensi atau pun rekomendasi. Banyak sekali indikator yang menyatakan bahwa  mengapa seseorang tak mampu membuat surat referensi dan rekomendasi. Mungkin disebabkan oleh ketidakfahaman siapa yang harus diminta menjadi pemberi rekomendasi atau mungkin tidak mengetahui cara pembuatan surat referensi dan rekomendasi.
Dari latar belakang di atas, maka penulis berminat untuk menulis makalah dengan judul “Surat Referensi dan Rekomendasi”. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca mampu membuat surat referensi dan rekomendasi secara tepat dan benar.

  B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah, penulis mengidentifikasikan
permasalahan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan surat referensi dan rekomendasi?
2. Apa macam-macam dari surat referensi dan rekomendasi?
3. Apa saja fungsi atau penggunaan surat referensi dan rekomendasi?
4. Bagaimana cara menulis surat referensi dan rekomendasi yang baik dan benar?
5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat referensi dan
     rekomendasi?
6. Apa saja contoh contoh dari surat referensi dan rekomendasi yang baik?

C. Tujuan

       1. Untuk menjelaskan pengertian dari surat referensi dan rekomendasi.
       2. Untuk menjelaskan macam-macam surat referensi dan rekomendasi.
       3. Untuk menjelaskan fungsi atau penggunaan surat referensi dan rekomendasi.
       4. Untuk menjelaskan cara menulis surat referensi dan rekomendasi yang baik
            dan benar.
       5. Untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat referensi dan rekomendasi.
       6. Untuk menjelaskan contoh contoh surat referensi dan rekomendasi yang baik.

D. Manfaat

     Manfaat dibuatnya makalah ini, adalah untuk memenuhi informasi pembaca
     tentang surat referensi dan rekomendasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Surat Referensi

     1. Pengertian

     Adlan Ali dan Tanzili (2006: 39) menjelaskan bahwa surat referensi adalah surat yang isinya menyatakan hal atau faktor yang menyangkut sebuah instansi, perusahaan, atau badan usaha.
     Sedangkan menurut Suprapto (2014: 84) surat referensi adalah surat yang dibuat oleh seorang atas nama pribadi atau dinas yang berisi keterangan tentang keadaan baik buruknya pribadi seseorang karena diminta oleh pihak lain.
     Dari penjelasan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa surat referensi dibuat untuk menyatakan hal-hal yang di dalamnya berisi evaluasi atau penilaian tentang sifat dan kepribadian baik buruknya seseorang atau sebuah instansi, perusahaan, atau badan usaha.
     Surat referensi berisi keterangan-keterangan yang sesungguhnya, bahkan yang bersifat rahasia sekalipun. Pemberi referensi tidak boleh memberikan keterangan palsu, dan yang lebih utama isi surat tersebut hanya boleh diketahui oleh pembuat referensi sendiri dan pihak yang memintanya.

2. Macam-macam Surat Referensi

                 Menurut Adlan Ali dan Tanzili (2006: 38) referensi ada dua macam, yaitu:
          a. Referensi dagang yang berarti menunjuk relasi dagang yang sudah sering
              berhubungan. Referensi ini harus dibuat seobjektif mungkin.
          b. Referensi bank yang berarti menunjuk bank yang dapat memberikan
              informasi tentang likuiditas perusahaan tersebut.
                 Sedangkan menurut Suprapto (2014: 84) surat referensi ada tiga macam jika dilihat dari isi dan pihak yang mengeluarkannya, yaitu:
          a. Surat Referensi Jabatan, yaitu surat referensi yang dibuat oleh pejabat
              instansi, perusahaan, atau organisasi yang berisi keterangan mengenai
              keadaan pihak yang menjadi anggota atau mantan anggota komunitasnya.
b. Surat referensi niaga/dagang, yaitu surat referensi yang dibuat oleh pihak
              badan usaha, toko, atau lainnya yang berisi keterangan keadaan pihak yang
              pernah menjadi relasi dagangnya.
          c. Surat referensi bank, yaitu surat referensi yang dibuat oleh pihak bank yang
            berisi keterangan tentang kepribadian pihak yang pernah menjadi
            nasabahnya, baik kejujurannya, kedisiplinannya, tanggung jawabnya,
            keadaan rekeningnya, dan lain-lain yang diperlukan.

     3. Fungsi atau Penggunaan Surat Referensi

                 Pada dasarnya, manfaat atau fungsi surat referensi tidak dapat dipisahkan dari jenis dan isi surat tersebut (Suprapto, 2014: 85).
a. Bagi pihak yang meminta surat referensi jabatan, surat referensi berfungsi
              untuk mengetahui latar belakang pendidikan, kepribadian, kecakapan, dan
              lainnya , yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
              menentukan diterima atau tidaknya seseorang dalam suatu komunitas
              yang baru.
          b. Bagi pihak peminta surat referensi dagang/ niaga, surat referensi berfungsi
          untuk mengetahui latar belakang kepribadian seseorang berkenaan dengan kejujuran dalam usaha dagang/ niaga, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan sejauh mana kerja sama dagang yang akan dilakukan.
       c. Bagi pihak peminta surat referensi bank, surat referensi berfungsi untuk mengetahui latar balakang kepribadian seseorang dan kemampuannya berkaitan dengan bidang usaha/ niaga, sehingga dapat dipergunakan sebagi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan dalam menjalin kerja sama, pemberian pinjaman, kredit barang, dan sebagainya.

     4. Tata Cara Pembuatan atau Penyusunan Surat Referensi

          Cara penyusunan surat referensi mirip dengan surat rekomendasi. Secara garis besar surat referensi mempunyai tiga bagian pokok (Suprapto, 2014: 86).
          a. Kepala surat referensi, terdiri atas:
              1) kop surat pada umumnya, dibuat lengkap beserta alamatnya
          2) kata petunjuk berupa kata “SURAT REFERENSI” ditulis simetris dengan
              huruf kapital semua
              3) nomor surat biasanya ditulis di bawah kata SURAT REFERENSI
              4) alamat tujuan ditulis di bawah nomor surat sebelah kanan atau sebelah
                   kiri.
          b. Tubuh/ isi surat referensi, terdiri atas:
              1) pendahuluan, untuk menjawab surat permintaan referensi dan pernyataan kesungguhan pihak yang menerangkan
              2) identitas pihak yang diterangkan dan penjelasan mengenai kepribadian, kelakuan atau karakternya, serta hal-hal lain yang dianggap perlu
              3) klausul penutup, berupa harapan dapat dimanfaatkan dalam surat tersebut dan tidak ada jeleknya surat referensi diakhiri dengan kalimat “Walaupun demikian, bila kelak terjadi hal-hal yang mengecewakan, kami tidak ikut bertanggung jawab, dan maafkanlah kami”.
          c. Kaki surat referensi, terdiri atas:
              1) tempat dan tanggal dikeluarkannya surat
              2) identitas pembuat referensi, berupa:
                   a) jabatan penanggung jawab
                   b) tanda tangan dan nama terang
                   c) NIP, nomor anggota, atau sejenisnya
                   d) cap/ stempel lembaga.

5. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Surat Rekomendasi

a. Objek yang diterangkan dalam surat referensi adalah pihak ketiga (bukan
     yang meminta) yang merupakan pihak yang pernah menjadi anggota sebuah
komunitas. Mungkin komunitas sekolah, badan usaha, lembaga, atau instansiyang dimintai surat referensi.
b. Sifat keterangan dalam surat referensi adalah rahasia karena surat tersebut
diminta oleh pihak lain dan diberikan kepada yang meminta tanpa sepengetahuan pihak yang diterangkan. Karena sifatnya rahasia, maka penulis harus menuliskan segala keadaannya secara sejujur-jujurnya.
          c. Isi keterangan tentang pribadi seseorang dalam referensi bukan hanya hal-hal
yang baik saja. Hal yang kurang baik mengenai kelakuan, kecakapan, prestasi atau lainnya perlu diterangkan. Pembuat referensi bertanggung jawab moral kepada Tuhan akan kebenaran keterangannya.
          d. Pemberi keterangan tidak ikut bertanggung jawab jika di kemudian hari
pihak yang diterangkan dalam referensi berkepribadian yang menyimpang dari penjelasan dalam referensi. Perlu diketahui bahwa sifat dan kepribadian seseorang dapat di pengaruhi oleh keadaan dan dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.
    

     6. Contoh Surat Referensi


BANK RAKYAT INDONESIA
BRI CABANG TULUNGAGUNG
Jalan Urip Sumoharjo 88 Tulungagung

SURAT REFERENSI
No. 89/REF/BRI.17/IV/03

Yth. Pimpinan CV Jati Murni
Jalan Manggis 19
Solo

Membalas surat saudara No.37/R/JM/III-03 tanggal 29 Maret 2003 tentang permohonan referensi Toko Asrinda, kami sampaikan bahwa selama ini toko Asrinda  menunjukkan sebagai nasabah kami yang baik.

Toko Asrinda sudah sering meminjam uang di BRI dan selalu tepat waktu untuk membayarnya. Bahkan kadang-kadang sambil membayar angsuran juga menabung. Hanya saja uang tabungan tersebut sudah diambil semua, dan saat ini sudah tidak mempunyai pinjaman pada BRI kami.

Demikian keterangan yang dapat kami berikan, semoga dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan. Jika dikemudian hari ternyata Toko Asrinda menunjukkan keberadaanya yang kurang baik, maka kami tidak turut bertanggung jawab.

Tulungagung, 2 Maret 1997
Kabag Perkreditan


Jiwanda Aditya
           
 
                                       (Sumber: Suprapto. Penuntun Praktis Surat Menyurat
                                                      Dinas Resmi Bahasa Indonesia. 2014: 92)

    
PT KHARISMA UTAMA
Jalan Tarumanegara No. 21
BANDUNG

No. : 12/KU/001                                                         1 Juli 2001

Kepada Yth.
Direktur PT ABADI MUSTAQIM
Jalan Lemah Abang No. 21
CIREBON

Hal: Permintaan Referensi

Dengan Hormat,

Kami telah menerima pesanan secara kredit beberapa partai barang elektronik dari Toko MUJA MUNDU jalan Diponegoro No. 22 Majalengka. Sebagai referensi Toko MUJA MUNDU menunjuk Bapak yang telah lama berhubungan.

Dalam hal ini kami memohon kesediaan Bapak untuk menjelaskan tentang kemampuan dan kejujuran Toko MUJA MUNDU dalam pembayaran hutang-hutangnya. Perlu kami sebutkan bahwa jumlah pesanannya meliputi Rp 22.000.000,- (dua puluh dua juta rupiah) dengan jangka waktu pembayaran tiga bulan selesai waktu penyerahan.

Keterangan Bapak sangat kami harapkan dan tentunya akan sangat kami rahasiakan demi menjaga hubungan Bapak dengan seluruh relasi.

Atas kesediaan Bapak kami ucapkan terima kasih.

                                                                        Hormat kami,
                                                                        PT KHARISMA UTAMA


                                                                                   
                                                                        Dumadi
                                                                        Direktur

  
               (Sumber: Adlan Ali. Pedoman Lengkap Menulis Surat. 2006: 89)




B. Surat Rekomendasi

     1. Pengertian

       Menurut Dirgo Sabariyanto (1998: 264) kata rekomendasi bermakna hal minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik (biasanya dinyatakan dengan surat) dan saran yang menganjurkan, membenarkan, atau menguatkan.
       Sedangkan menurut Suprapto (2014:76) surat rekomendasi adalah surat yang dibuat oleh seorang pimpinan atau pejabat tertentu yang berisi keterangan tentang keadaan pribadi sesorang karena diminta sendiri oleh pihak yang bersangkutan untuk kepentingan pribadinya.
       Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa surat rekomendasi dibuat oleh seorang pimpinan atau pejabat tertentu yang berisi penilaian terhadap penerima rekomendasi, dengan tujuan memberikan pernyataan, penguatan, pembenaran pemberi rekomendasi kepada penerima yang tertulis dalam surat tersebut.
       Berbeda dengan surat referensi yang bersifat rahasia. Surat rekomendasi justru tidak bersifat rahasia, dan informasi yang diberikan oleh pemberi referensi bersifat subyektif. Penilaian yang diberikan kepada penerima referensi juga hanya bersifat positif.

2. Macam-macam Surat Rekomendasi

a. Surat rekomendasi kerja

Surat ini biasanya dibuat dan dikeluarkan oleh seorang atasan, pimpinan organisasi/ perusahaan dan pejabat berwenang yang berada pada perusahaan atau organisasi tertentu. Ditinjau dari isinya, surat ini terdiri dari tiga, yaitu:
1) Rekomendasi dari pemilik perusahaan kepada sub perusahaan/perusahaan
lainnya. Isi surat pada komponen pernyataan penilaian, biasanya menjelaskan data-data berikut evaluasi dari pemberi rekomendasi mengenai profil sub perusahaan nan diberi rekomendasi. Tujuan surat ini ialah meyakinkan para pelanggan bahwa sub perusahaan penerima rekomendasi sangat baik untuk dikunjungi/ diajak kerja sama.
2) Rekomendasi dari pimpinan perusahaan kepada karyawannya.
Isi surat pada komponen pernyataan penilaian, biasanya mengungkapkan data maupun fakta mengenai karyawannya. Tujuan dari surat ini, agar pihak pemakai karyawannya di sub perusahaan/perusahaan lain mengetahui keahlian nan dimiliki karyawan tersebut. Diharapkan pihak penerima karyawan tepat dalam menempatkan posisinya.

3) Rekomendasi dari pemimpin perusahaan kepada mantan anak buahnya.
Isi surat pada komponen pernyataan penilaian, biasanya mengungkapkan data maupun fakta mengenai anak buahnya semasa masih bekerja bersama. Sebaiknya sebagai pemberi evaluasi harus memberikan informasi keadaan sebenarnya.
b. Surat rekomendasi sekolah
 Ditinjau dari isinya, surat ini juga terdiri dari tiga yaitu:
1) Surat rekomendasi untuk dikirimkan mengikuti kejuaraan/pelatihan/tugas
belajar. Surat ini dikeluarkan oleh kepala sekolah/ pejabat berwenang di forum pendidikan tersebut kepada siswanya/ staff pengajarnya untuk mengikuti kejuaraan, pelatihan, maupun tugas belajar.
2) Surat rekomendasi buat memperoleh beasiswa. Surat ini dikeluarkan oleh
kepala sekolah/ pemimpin forum pendidikan kepada siswanya. Berisi
pernyataan evaluasi siswa yang diberi rekomendasi dengan tujuan
memberikan data-data siswa sebenarnya sehingga sebagai penguat agar
diberikan beasiswa.
3) Surat rekomendasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi/ pasca sarjana.
Surat ini biasanya diminta oleh perguruan tinggi, sebagai syarat untuk mendaftar pada forum pendidikan tersebut. Tujuan surat ini bagi perguruan tinggi yaitu untuk melihat dan mengukur tentang diri mahasiswa baru.

3. Fungsi atau Penggunaan Surat Rekomendasi

     Suprapto (2014: 76) menjelaskan bahwa surat rekomendasi mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
          a. Bagi pihak yang meminta, surat rekomendasi berfungsi sebagai dukungan moral karena isinya membenarkan atau menguatkan terhadap hal-hal yang baik saja.
          b. Bagi pihak yang memberi, surat rekomendasi berfungsi sebagai sarana untuk menambah keakraban dan menjaga hubungan baik dengan pihak peminta .
          c. Bagi pihak yang terkait (pihak ketiga), surat rekomendasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui identitas, kepribadian, atau karakter seseorang yang disebutkan di dalamnya.
Jadi, pada akhirnya surat rekomendasi dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan diterima atau tidaknya orang tersebut dalam komunitasnya.

4. Tata Cara Pembuatan atau Penyusunan Surat Rekomendasi

          Secara garis besar surat rekomendasi mempunyai tiga bagian pokok (Suprapto, 2014: 86).
a. Kepala surat rekomendasi, terdiri atas :
1) kop surat pada umumnya, biasanya dibuat lengkap beserta alamatnya
2) kata petunjuk berupa kata “SURAT REKOMENDASI” yang biasanya ditulis simetris dengan huruf kapital semua
3) nomor surat biasanya ditulis dibawah kata SURAT REKOMENDASI.
b. Tubuh/ isi surat rekomendasi, terdiri atas:
1) pernyataan kesungguhan pihak yang menerangkan
2) identitas pihak yang diterangkan, berupa nama, tempat/tanggal lahir,
alamat, dan lain-lain yang dianggap perlu
3) penjelasan tentang kepribadian, kelakuan, atau karakter orang tersebut
4) klausul penutup, berupa harapan dapat dimanfaatkannya surat tersebut.
c. Kaki surat rekomendasi, terdiri atas:
1) tempat dan tanggal dikeluarkannya surat
2) identitas penanggung jawab
3) jabatan penanggung jawab
4) tanda tangan dan nama terang.
d. NIP, nomor anggota, atau sejenisnya.
e. Cap/stempel (Suprapto, 2014: 87).
       Menurut (Dirgo, 1998: 264) kata rekomendasi bermakna hal minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik (biasanya dinyatakan dengan surat) dan saran yang menganjurkan, membenarkan, atau menguatkan. Berikut contoh penggunaan surat rekomendasi.
          a. Dia sudah mendapat rekomendasi kepala kantor.
          b. Kepala instansi itu telah menyetujui rekomendasi Lurah Ngestiharjo.
     Kata lain yang dibentuk dari bentuk rekomendasi adalah merekomendasi. Penggunaanya dalam kalimat seperti berikut ini.
          c. Komisi ini telah merekomendasi pembentukan dewan pengawas keuangan.
          Kalimat permulaan surat rekomendasi dapat berbentuk seperti berikut ini.
d. Dengan ini kami menerangkan bahwa Saudara Sumarjo, lahir di Kulon
     Progo tanggal 16 Februari 1963, beragama islam, beralamat di Sonopakis, Ngestiharjo Bantul 55182 selama menjadi karyawan berperilaku baik dan            mampu melaksanakan tugas dengan baik.


e. Dengan ini kami, Kepala SLTP 17 Yogyakarta, dapat menerima kepindahan
     siswa
     nama                         : Punsitawati,
     tempat, tanggal lahir : Pulaupanggung, 27 Maret 1974,
     asal sekolah               : SLTP Negeri Pulaupanggung,
     agama                        : Islam,
    nama orang tua         : Siswandi dan menjadi siswa kelas IIIA SLTP 17
                                        Yogyakarta tahun pengajaran 1989/ 1990.
f. Berkenaan dengan surat Saudara nomor 190/Y/ PTPI/VIII/1982, tanggal 15
     Maret 1982, kami tidak berkeberatan dan sangat menghargai ide saudara
     demi kelestariam kebudayaan jawa.
g. Berkaitan dengan surat Saudara tanggal 19 Mei 1997, nomor
     105/F2/B3/1997, perihal rekomendasi lomba penulisan puisi kepahlawanan,
     dengan hormat kami beritahukan bahwa kami mengizinkan para siswa
     SLTP dan SMU di lingkungan Kanwil Depdikbud Propinsi Daerah Istimewa
     Yogyakarta untuk mengikuti Lomba Penulisan Puisi kepahlawanan dalam
     rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 1997.
h. Behubungan dengan surat Saudara nomor 104/S.F.Izin/IX/1997, tanggal 25
     September 1997, perihal penggambaran gambar film sinetron berjudul
     “Semua Orang Tahu”, kami beritahukan bahwa kami tidak keberatan
     terhadap pelaksanaan pengambilan gambar itu.      
          Kalimat penutup surat rekomendasi dapat berbentuk seperti berikut ini.
          i. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
          j. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
          k. Rekomendasi ini dapat digunakan seperlunya.

5. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Surat Rekomendasi

          Surat rekomendasi sebenarnya mirip sekali dengan surat keterangan. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan surat rekomendasi yang membedakannya dengan surat keterangan (Suprapto, 2014: 76).
          a. Obyek yang diterangkan dalam surat rekomendasi adalah pihak kedua (yang meminta) yang merupakan alumni suatu sekolah, mantan pegawainya, dan mungkin juga masih aktif belajar atau bekerja pada lembaga atau instansi yang dimintai surat rekomendasi.
          b. Sifat keterangan dalam surat rekomendasi adalah tidak rahasia, karena surat tersebut diminta sendiri dan diberikan kepada yang bersangkutan, sehingga yang bersangkutan dapat membaca dan mengetahui isinya.
          c. Isi keterangan tentang pribadi seseorang biasanya merupakan hal-hal yang bagus saja. Mungkin berkenaan dengan kecakapan, kelakuan, prestasi, atau yang lainnya (Suprapto, 2014: 77).

6. Contoh Surat Rekomendasi

DEPARTEMEN AGAMA
KANTOR WILAYAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jalan Sukonandi 8, Yogyakarta 55166, Telepon 516030, Faksimile 589335

SURAT REKOMENDASI
Nomor: W1/1/BA.03.2/123A/1997


Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan rekomendasi kepada Panitia Pembangunan Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RISY-PDHI) yang menggalang dana Ramadan 1417 H dengan menjalin kerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia, Panitia Penyelenggara Tarawih Keliling (Tarling), Pejabat, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Panitia Amil Zakat Infak dan Sedekah se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rekomendasi ini dibuat agar dapat digunakan seperlunya oleh pihak-pihak yang berkepentingan.



                                                                        22 Januari 1997
                                                                        Kepala,
           
                                                                        ttd.

                                                                        H. Muhda Hadisaputro, S.H.
                                                                        NIP 150017920


                                                (Sumber: Dirgo. Bahasa Surat Dinas. 1998: 265)



DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN
SMK 13 SALATIGA
Jalan Karya Bakti 73 Salatiga

Nomor : 114/SMK.13/SR/03                                                  22 Juli 2003
Hal      : Rekomendasi


Yth. Pimpinan PT Dian Raya
Jalan Mahardika 100
Bogor


Kami terangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Nama   : Hadi Bahtiar
Alamat : Jalan Harimau 87 Salatiga
Status  : Alumni SMK 13 Salatiga Tahun 2003

Yang bersangkutan merupakan salah satu siswa berprestasi di SMK 13 Salatiga. Hal ini terlihat dari nilai yang diraihnya. Selain itu, anak tersebut di atas juga kreatif dan berkepribadian yang baik. Selama di sekolah aktif sebagai pengurus OSIS menduduki seksi kerohanian.

Demikian keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya, semoga bermanfaat.


                                                                        Kepala SMK 13 Salatiga



                                                                        Drs. Budi Raharja
                                                                        NIP. 130987654
                                       
  (Sumber: Suprapto. Penuntun Praktis Surat Menyurat
                                                      Dinas Resmi Bahasa Indonesia. 2014: 81)


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

       Surat referensi dan rekomendasi dibuat oleh pimpinan atau pejabat pada suatu lembaga, instansi, badan usaha, perusahaan, organisasi, atau lainnya untuk menilai atau mengevaluasi seseorang karena diminta sendiri oleh pihak yang bersangkutan untuk kepentingan pribadinya.
       Surat referensi berisi keterangan-keterangan yang sesungguhnya, bahkan yang bersifat rahasia sekalipun. Pemberi referensi tidak boleh memberikan keterangan palsu, dan yang lebih utama isi surat tersebut hanya boleh diketahui oleh pembuat referensi sendiri dan pihak yang memintanya. Sedangkan surat rekomendasi tidak bersifat rahasia, dan informasi yang diberikan oleh pemberi referensi bersifat subyektif. Penilaian yang diberikan kepada penerima referensi juga hanya bersifat positif.

B. Saran

Surat referensi dan surat rekomendasi sangat diperlukan bagi suatu badan usaha, instansi, perusahaan, organisasi, atau lainnya. Surat tersebut dibuat untuk memperkuat posisi orang yang menerimanya. Pemberi surat referensi dan rekomendasi tidak boleh memberikan keterangan palsu dan yang lebih utama isi surat tersebut hanya boleh diketahui oleh pembuat referensi sendiri dan pihak yang memintanya.  Untuk itu penulis menyarankan agar pembaca dapat memperhatikan tata cara pembuatan surat referensi dan rekomendasi tersebut secara tepat dan benar, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pembuatannya.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Adlan dan Tanzili. 2006. Pedoman Lengkap Menulis Surat. Jakarta: PT. Kawan Pustaka.

Sabariyanto, Dirgo. 1998. Bahasa Surat Dinas. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Suprapto. 2014. Penuntun Praktis Surat Menyurat Dinas Resmi Bahasa Indonesia. Bandung: CV. Mandar Maju.

No comments:

Post a Comment